Senin, 25 Februari 2013

Apakah ditundanya penerimaan STAN ada hubungannya dengan kualitas lulusan STAN?



Sekolah Tinggi Akuntansi Negara atau yang lebih akrab dipanggil STAN, merupakan salah satu perguruan tinggi kedinasan di bawah naungan Kementrian Keuangan yang mampu menarik banyak minat calon mahasiswa baru.
Setiap tahunnya, pembukaan USM STAN selalu dibanjiri pendaftar yang jumlahnya jauh melebihi kapasitas yang dibutuhkan. Bahkan pada USM tahun 2010 mencapai 113.000 lebih pendaftar, sedangkan STAN hanya menerima 3.700 mahasiswa baru dari semua spes.
Namun dalam dua tahun terakhir yaitu pada tahun 2011 dan 2011, STAN tidak membuka penerimaan untuk mahasiswa baru D3. Lantas apakah yang menyebabkan hal ini terjadi ?
Apakah karena mutu lulusan STAN yang kurang memuaskan ?
Dari beberapa sumber saya menemukan bahwa STAN pada tahun 2011 dan 2012 tidak membuka penerimaan mahasiswa baru D3 dikarenakan ekspektasi kebutuhan tenaga kerja lulusan D3 Kementrian Keuangan untuk tiga tahun kedepan sudah mencukupi.
Semua juga tahu bahwa setiap lulusan STAN akan ditempatkan bekerja di Kementrian Keuangan, jadi bila semua kebutuhan pegawai sudah tercukupi, lantas bila melakukan penerimaan D3 lulusannya mau ditempatkan dimana ?
Jangan bilang tidak usah ditempatkan dan bebas untuk mencari kerja sendiri. Tentunya ini tidak bisa, karena mahasiswa STAN adalah calon abdi Negara yang notabene selama menjalani kuliah dibiayai dengan uang rakyat. Sehingga tidak begitu saja setelah lulus langsung kerja seenaknya, mereka harus mempertanggungjawabkan itu semua. Harus turut andil dalam pembangunan Negara, untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera. Khususnya dalam membangun keuangan Negara.
Sehingga anggapan terkait buruknya lulusan STAN itu salah. Mahasiswa STAN sendiri tak jarang meraih prestasi dari beberapa perlombaan yang diselenggarakan, baik itu tingkat daerah maupun Nasional dari tim NAC.  Banyak pula lulusan STAN yang akhirnya melanjutkan study ke luar negri dengan beasiswa karena prestasi kerja. Banyak pula lulusan STAN yang bekerja sebagai anggota KPK, yang sudah terbukti ampuh menangani masalah korupsi di Indonesia. Jadi anggapan bahwa lulusan STAN bermental korupsi tidaklah benar. Hanya beberapa saja yang terjerat kasus korupsi, itu saja bisa dihitung jari. Dan yang menangkap alumni STAN juga.
Kembali pada topik sebelumnya, berdasarkan perkiraan kebutuhan tenaga kerja tersebut. Pada tahun 2011 STAN hanya menerima sekitar 1600 mahasiswa D1 dan pada tahun 2012 hanya menerima sekitar 900 mahasiswa D1, untuk spesialisasi Perpajakan serta  Kepabeanan Bea dan Cukai, namun tidak terdapat penerimaan mahasiswa D3.

Sumber :
http//Finance.detik.com
http//Wikipedia.org
http://www.bppk.depkeu.go.id/index.php/id/
www.stan.ac.id

Ditulis Oleh : Juni Ariyanto/20/3J Akutansi STAN


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar